Monday, 14 January 2013

Kisah Salman Al-Farisi

*KETIKA SALMAN AL-FARISI DITOLAK LAMARANNYA*

Islamedia - Salman al Farisi adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.

Berikut ini adalah sebuah kisah yang sangat menyentuh hati dari seorang Salman Al Farisi: tentang pemahamannya atas hakikat cinta kepada perempuan dan kebesaran hati dalam persahabatan.



Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mu’minah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai pacar. Tetapi sebagai sebuah pilihan untuk menambatkan cinta dan membangun rumah tangga dalam ikatan suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah, pelamaran.

Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang telah dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.

”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”

Abu Darda dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Keterusterangan yang di luar kiraan kedua sahabat tersebut. Mengejutkan bahwa sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Bayangkan sebuah perasaan campur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, bagaimanapun Salman memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.

Namun mari kita simak apa reaksi Salman, sahabat yang mulia ini:

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al Farisi. Ia begitu faham bahwa cinta, betapapun besarnya, kepada seorang wanita tidaklah serta merta memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum ijab qabul diikrarkan, tidaklah cinta menghalalkan hubungan dua insan. Ia juga sangat faham akan arti persahabatan sejati. Apalagi Abu Darda’ telah dipersaudarakan oleh Rasulullaah saw dengannya. Bukanlah seorang saudara jika ia tidak turut bergembira atas kebahagiaan saudaranya. Bukanlah saudara jika ia merasa dengki atas kebahagiaan dan nikmat atas saudaranya.

“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR Bukhari]

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil hikmah dari kisah Salman ini.

Monday, 7 January 2013

wanita dan kesedihan

*Dengan lafaz bismillah, ku mulakan bicara*

Assalamualaikum... 
hey, daha lewat petang ni.. 
so, ainul taknak cakap panjang-panjang..
just nak kongsi ni jer.... 
^_^

T_T
Wanita amat halus perasaannya. Sebab halusnya perasaan itulah sering membuat hati mereka mudah tercalar dan mudah menitiskan air mata.
Wanita ni jika insan yang mereka sayang melukakan hati mereka, mereka seboleh mungkin cuba mengubati perasaan itu tanpa berkata apa-apa. Kadang kala mereka cuba berlagak biasa walau sesekali menangis di di belakang lelaki kesayangan.
Entah mengapa wanita sering disakiti perasaannya. Apakah tanda-tanda hati wanita tersebut terguris?

1.Pendiam
-Tiba-tiba dia menjadi pendiam berbanding biasa. Dia kurang bercakap dan lebih banyak mendiamkan diri

2.Tidak bertentang mata
-Dia sedaya mungkin cuba mengelak diri dari bertentang mata apabila bercakap. Nampak sangat dia cuba melindungi orang lain dari mengetahui isi hatinya

3.Mengelamun
-Dia banyak mengelamun melayan perasaannya sehinggakan dia dia terlupa dia sedang diperhatikan atau di soal

4.Dia banyak mengaji
-Dia banyak mengaji berbanding kebiasaan. Dia cuma merawat luka di hati dengan lebih mendekatkan diri kepada pencipta

5.Dia mudah naik angin
-Ada juga sesetengah wanita yang kesedihan mudah naik angin bila mereka kesedihan akibat tak mampu mengawal kesedihan di hati.

tengok-tengok, betul tak kaum hawa bila menangis you all macam ni?... 
hehe... say YES!. same la... ^_^
sesetengah kaum hawa, dia lebih suka bersendirian bila dia bersedih. 
tapi.., ada jugak yang inginkan perhatian dari orang lain yang mampu mengubat hatinya.
so, harap-harap... ada orang yang akan memahami diri anda. :)

salam semisenyumanmu.. ^_^
thank read!